NARATIVE.ID Bandung, – Kerusakan fasilitas pengolahan sampah kembali menjadi persoalan serius di Kota Bandung. Dua mesin pengolah sampah di kawasan Taman Tegalega tidak beroperasi, sehingga memicu penumpukan sampah hingga mencapai sekitar 130 ton.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (7/11/2026), tumpukan sampah terlihat menggunung di salah satu area Taman Tegalega, dekat Jalan Moh Toha. Ketinggiannya diperkirakan mencapai tiga meter, terdiri dari sampah rumah tangga, sisa sayuran hingga potongan kayu.
Kondisi tersebut memperlihatkan persoalan pengelolaan sampah yang belum sepenuhnya tertangani melalui fasilitas pengolahan. Mesin yang seharusnya membantu mengurangi volume sampah justru tidak berfungsi, sehingga pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir masih menjadi solusi sementara.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, terdapat dua fasilitas pengolahan sampah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tetapi keduanya kini tidak beroperasi.
"Di Tegalega itu tadinya ada dua fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh Kementerian PU, tapi dua-duanya mati. Solusinya gimana? Ya diangkut," kata Farhan.
Menurut Farhan, penumpukan terbagi di dua lokasi. Timbunan di bagian selatan mencapai hampir 60 ton, sedangkan di bagian utara sekitar 70 ton.
Pemkot Bandung telah meminta Kementerian PU memperbaiki fasilitas di bagian utara. Sementara mesin di bagian selatan merupakan fasilitas hasil kerja sama dengan perusahaan swasta.
Farhan menegaskan, pemerintah kota tidak akan tinggal diam apabila pihak yang bertanggung jawab tidak mampu menyelesaikan perbaikan.
"Kalau kedua lembaga tersebut sudah menyatakan tidak sanggup, silakan kirim surat kepada kami dan kami akan ambil alih," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Darto menyampaikan, pengangkutan sampah dari kawasan tersebut baru dapat dilakukan kembali pada Senin (9/11/2026). Prosesnya menunggu kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
"Di sana itu karena memang mesinnya sudah lama tidak berfungsi, sedang dalam perbaikan oleh pemilik proyek. Jadinya menumpuk dulu. Nanti kita tunggu kuotanya tiba, kita beresin," ujar Darto.
Sebagai langkah antisipasi, DLH berencana menutup area tersebut agar masyarakat tidak kembali membuang sampah di lokasi itu.
Darto menjelaskan, mesin pengolah sampah di Taman Tegalega menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Namun, pihaknya belum memperoleh kepastian mengenai waktu penyelesaian perbaikan mesin tersebut.
Persoalan ini tidak hanya menyangkut penanganan tumpukan sampah, tetapi juga kepastian tanggung jawab pengelolaan fasilitas. Selama mesin belum kembali beroperasi, Pemkot Bandung masih harus mengandalkan pengangkutan ke TPA untuk mengendalikan timbunan.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan pihak pengelola agar fasilitas pengolahan sampah benar-benar berfungsi dan kejadian serupa tidak terus berulang.
Reporter: Hafizd


▶
▶
▶




Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Timur · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR