NARATIVE.ID Indramayu, – Tuntutan ratusan warga Blok Truwali, Desa Kedokanbunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, terkait kerusakan jalan akibat peralihan arus lalu lintas proyek Jembatan Kali Kapur akhirnya mendapat respons dari pihak kontraktor.
Dalam aksi yang berlangsung Senin (2/11/2026), warga mendesak PT Eka Pratama Jaya melakukan perbaikan jalan yang terdampak aktivitas proyek. Warga menuntut pengaspalan menggunakan material hotmix sepanjang 1.000 meter atau 1 kilometer.
Demonstrasi sempat memanas. Sejumlah warga berusaha membakar ban bekas dan melempar batu di sekitar lokasi jembatan. Bahkan, alat berat ekskavator di area proyek dipasangi spanduk protes dan dinaiki puluhan demonstran sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelaksanaan proyek.
Warga menilai kerusakan akses jalan telah mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Terlebih, pembangunan Jembatan Kali Kapur disebut sudah berlangsung lebih dari enam bulan, tetapi belum juga rampung.
Titik terang muncul setelah Kardi alias Goblag, selaku humas perwakilan PT Eka Pratama Jaya, menemui massa aksi. Ia menyatakan kesanggupan perusahaan untuk melakukan pengaspalan hotmix sepanjang 1.000 meter.
Kesanggupan tersebut disampaikan melalui penandatanganan fakta integritas bersama. Pihak perusahaan juga menyatakan pekerjaan pengaspalan ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu satu minggu setelah aksi.
"Aksi ini adalah hak warga masyarakat Blok Truwali. Mengenai tuntutannya terkait pengaspalan jalan 1.000 meter, saya sanggupi atas nama PT Eka Pratama Jaya, bukan atas nama pribadi saya," ujar Kardi.
Sementara itu, koordinator aksi dari Forum Komunikasi Pemuda Truwali (FKPI), Didit, mengatakan demonstrasi merupakan bentuk protes warga terhadap dampak peralihan jalur lalu lintas selama pembangunan jembatan berlangsung.
"Aksi ini adalah bentuk protes kami warga Blok Truwali atas dampak proyek jembatan yang molor pembangunannya. Enam bulan lebih jembatan tersebut belum kunjung selesai," kata Didit.
Menurutnya, warga hanya meminta pihak kontraktor memberikan kebijakan perbaikan jalan sebagai bentuk perhatian terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
"Kami masyarakat Blok Truwali hanya meminta satu kepada pihak PT Eka Pratama Jaya agar memberikan kebijakannya membangun hotmix sepanjang 1.000 meter. Kami sudah terkena dampak akibat peralihan jalur lalu lintas," tegasnya.
Didit menyebut warga menginginkan kepastian bahwa pekerjaan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai kesepakatan.
Kini, warga menunggu realisasi komitmen PT Eka Pratama Jaya. Pengaspalan sepanjang satu kilometer dalam waktu satu minggu menjadi komitmen yang ditunggu pembuktiannya melalui pekerjaan nyata di lapangan.
Bagi warga, penyelesaian persoalan ini bukan hanya soal kesepakatan saat demonstrasi, melainkan pemulihan akses jalan yang selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Reporter: iyons74


▶
▶



Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Barat · Pendidikan
Narative.id Banyumas · Warga & Sosial
NARATIVE.ID · Ekonomi & Usaha
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Hukum & Keamanan
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR