Narative.id Jawa Barat · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Terdampak Proyek Jembatan, Rumah Makan di Indramayu Tutup

Pemilik rumah makan di sekitar proyek Jembatan Kali Kapur, Indramayu, Aldy Riyaldi, mengaku terpaksa menutup usahanya selama lebih dari enam minggu akibat dampak pembangunan. Penutupan tersebut membuat karyawan diliburkan. Aldy juga mengeluhkan kerusakan bangunan dan perlengkapan usaha serta penutupan jembatan alternatif. Ia meminta pertanggungjawaban PT Eka Pratama Jaya.
Kondisi rumah makan milik Aldy Riyaldi yang mengaku terdampak pembangunan Jembatan Kali Kapur, Indramayu.
Kondisi rumah makan milik Aldy Riyaldi yang mengaku terdampak pembangunan Jembatan Kali Kapur, Indramayu. · Foto: ( iyons74/ Narative.id)

NARATIVE.ID Indramayu, – Pembangunan Jembatan Kali Kapur di Desa Kedokan Bunder Wetan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, tak hanya dikeluhkan akibat persoalan akses jalan. Proyek tersebut juga disebut berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, salah satunya pemilik rumah makan yang terpaksa menghentikan operasional usahanya selama lebih dari satu bulan.

Pemilik rumah makan, Rajiv alias Aldy Riyaldi, mengaku usahanya telah tutup selama satu bulan dua minggu lebih. Kondisi di sekitar lokasi pembangunan disebut membuat aktivitas usaha tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik usaha. Dua karyawan yang sebelumnya bekerja di rumah makan tersebut turut terdampak. Keduanya sempat diliburkan, bahkan satu orang di antaranya akhirnya keluar dari pekerjaan.

"Rumah makan saya terpaksa tutup sudah satu bulan dua minggu lebih. Karyawan terpaksa diliburkan. Padahal mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar Rajiv kepada Narative.id Rabu ( 4//11/2026)

Rajiv juga mengungkapkan, sejumlah perlengkapan rumah makannya mengalami kerusakan saat pekerjaan proyek berlangsung. Peralatan yang disebut pecah antara lain meja, kaca, etalase, dan neon box.

Ia mengklaim total kerugian akibat kerusakan tersebut mencapai sekitar Rp 4 juta. Rajiv menyebut kerusakan itu berkaitan dengan aktivitas pekerjaan proyek yang dikerjakan PT Eka Pratama Jaya.

Menurutnya, upaya menghubungi pihak perusahaan untuk membicarakan ganti rugi belum mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan. Ia kemudian menyampaikan pengaduan kepada pemerintah desa setempat dan Polsek Kedokan Bunder.

Persoalan tersebut semakin membebani kondisi ekonomi keluarganya. Selain kehilangan pemasukan akibat usaha berhenti beroperasi, Rajiv mengaku tengah membutuhkan biaya persiapan persalinan karena istrinya sedang hamil tua.

"Jujur saya bingung. Di samping usaha rumah makan tutup dan tidak ada pemasukan, istri saya sedang hamil tua. Sebentar lagi melahirkan, jadi saya harus punya persiapan," keluhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kedokan Bunder Aiptu Iwan Suwandi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak melalui mediasi.

Menurut Iwan, dalam mediasi tersebut pihak PT Eka Pratama Jaya melalui humasnya, Kardi, sepakat membuat surat pernyataan yang ditandatangani sebagai bagian dari hasil pertemuan.

"Sudah kita pertemukan dan kita mediasi. Hasilnya dari PT Eka Pratama Jaya melalui humasnya Kardi, mereka sepakat membuat surat pernyataan dan ditandatangani oleh Kardi selaku humas PT Eka Pratama Jaya," jelas Iwan.

Persoalan ini menjadi perhatian terkait dampak pembangunan infrastruktur terhadap masyarakat yang menjalankan usaha di sekitar lokasi proyek. Selain memastikan pembangunan berjalan, perlindungan terhadap aktivitas ekonomi warga dan penyelesaian kerugian yang dikeluhkan masyarakat juga perlu mendapat perhatian.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan langsung dari pihak PT Eka Pratama Jaya mengenai klaim kerusakan peralatan rumah makan, nilai kerugian sekitar Rp 4 juta, serta isi surat pernyataan hasil mediasi tersebut.

(Reporter; Iyons74)

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
Prayitno
Prayitno
Reporter / Redaksi Narative.id Jawa Barat

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT